Asuransi Marine Cargo

Sudah Tau Apa Itu Asuransi Marine Cargo ? Cek Disini

Asuransi MArine Cargo

Beberapa waktu belakangan, munculah sebuah tren membeli barang atau menjual barang secara online yang berjalan lurus dengan adanya kemajuan teknologi. Agar barang sampai di tujuan dengan selamat, anda bisa mengandalkan jasa pengiriman cargo sebagai solusi terbaiknya. Selain dapat mengirimkan barang dalam jumlah besar, pelanggan dapat mengandalkan asuransi jiwa & asuransi umum seperti Asuransi Marine Cargo. Berikut ulasannya.

Mengenal Apa Itu Asuransi Marine Cargo

Marine Cargo merupakan salah satu asuransi khusus pengangkutan barang melalui angkatan darat, udara, dan juga laut. Meski terlihat keren dan canggih, nyatanya pengiriman barang satu ini dianggap sebagai suati proses dengan resiko tinggi. Berbagai bahaya yang harus ditaklukkan bukan hanya dari keselamatan diri semata, namun resiko tinggi mengancang semua barang yang hendak dikirimkan melalui jasa pengiriman barang.

Beberapa jenis resiko pengiriman barang tersebut seperti resiko kerusakan, kehilangan saat memasuki proses pengiriman, atau bahkan resiko kerugian akibat faktor lainnya. Sebagai langkah pencegahan adanya kerugian yang tidak diinginkan dan mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat, maka muncullah sebuah asuransi yang diberi nama Marine Cargo. Apa keistimewaan dari asuransi  pengiriman barang satu ini ?

Asuransi ini dibuat khusus dengan fungsi utama untuk mengganti atau bahkan menjamin adanya resiko, entah itu kerusakan sebagian atau bahkan kerusakan total pada aset yang telah masuk dalam proses pengiriman. Dengan kata lain, pihak asuransi akan memberikan jaminan bahwa semua barang yang dikirimkan akan sampai di tujuan dengan selamat. Demi mendapatkan keuntungan lebih, kenali lebih dalam mengenai asuransi jiwa & asuransi umum.

Resiko Pengangkutan Barang

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pengiriman barang satu ini dianggap memiliki resiko yang tinggi meski terkesan sepele. Bahkan dengan tingginya resiko yang harus ditanggung, secara garis besar barang yang akan diangkut akan dibagi menjadi tiga bagian. Tiga bagian tersebut terdiri dari perils of the sea, bahaya atau resiko di laut, serta extreaneous perils yang memiliki tingkat kesulitan berbeda.

Khusus untuk bagian pertama, berbagai bahaya yang dimaksudkan terjadi atau timbul saat berada di atas laut. Contohnya saja speerti kapal tenggelam, mengalami tabrakan atau justru meledak atau biasa disebut S.S.B.C.E (sunk, stranded, burnt, collosion,explosion), serta kandas. Untuk bagian pertama ini, arah datangnya mara bahaya datang dari dalam alat transpotasi yang mengangkut barang.

Sangat berbeda dengan resiko kedua yang diberi julukan perils of the sea, dimana berbagai bahaya yang terjadi justru berasal dari sifat laut yang tengah diarungi. Dengan kata lain, resiko satu ini sangat tidak dapat diprediksi, lantaran terjadi dengan perhitungan alam yang kapanpun dapat berubah. Contohnya seperti typhoon, masuknya air ke dalam kapal, hingga cuaca buruk. Beresiko tinggi, oleh karenanya penting memiliki asuransi jiwa & asuransi umum.

Sedangkan ada resiko yang ketiga diberi nama extraneous perils, lantaran segala jenis bahaya yang mendekat memiliki resiko tertinggi. Sebab resiko tersebut berada di luar perils on the sea dan tidak serupa dengan of the sea. Ketiga jenis resiko ini tentunya tidak boleh diremehkan, karena setiap jenisnya tentu memiliki tantangan tersendiri. Terlebih lagi, resiko akan semakin membahayakan ketika para kru tidak siap siaga menghadapinya.

Jenis Jaminan yang Diberikan

Setelah mengetahui berbagai resiko yang harus ditanggung, maka kini saatnya untuk mengetahui jenis jaminan yang diberikan oleh pihak asuransi. Khusus untuk asuransi pengiriman barang ini, terdapat tiga jenis yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Ketiga jenis asuransi tersebut terdiri dari Jaminan Institure Cargo Clause C (ICC C), Jaminan Institut Cargo Clause B (ICC B), serta Jaminan Institute Cargo Clause A (ICC A).

Agar tidak salah pilih, tentu saja anda perlu mengetahui perbedaan diantara ketiganya. Jaminan yang pertama bernama ICC C, dimana pengangkutan barang kemungkinan mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Contohnya saja seperti kebakaran atau barang meledak, kapal terdampar ataupun tenggelam dan kerugian lainnya. Oleh sebab itu, baik kru cargo maupun pelanggan penting untuk memiliki asuransi jiwa & asuransi umum.

Selain menjamin kerugian diatas, asuransi satu ini juga menjamin adanya kerugian yang diakibatkan oleh General Average atau kerugian umum yang akan ditanggung bersama seperti Jettison. Sedangkan Jettison sendiri, merupakan pembuangan sebagian barang yang diangkut ke laut ketika kapal dirasa mengalami bahaya. Apabila hal ini tidak dilakukan, ditakutkan beresiko lebih tinggi atau bahkan memakan korban.

Jenis jaminan yang kedua yaitu ICC B, dimana pihak asuransi akan memberikan jaminan akibat kerugian kerugian yang dialami pada ICC C serta menjamin beberapa kerugian lainnya. Mulai dari kerugian akibat masuknya air laut ataupun danau ke dalam tempat penyimpanan barang, kerugian akibat sebagian barang yang terbuang dengan tidak disengaja, kerugian akibat adanya gempa bumi serta letusan gunung berapi, dan kerusakan total loss setiap barangnya.

Sedangkan jenis jaminan yang terakhi adalah ICC A, dimana pihak asuransi akan memberikan jaminan pada semua kerugian yang disesuaikan dengan ICC B maupun kerugian akibat extraneous risk. Beberapa perluasan jaminan yang seringkali digunakan dalam asuransi pengangkutan barang yaitu Institute Strike Clauses (Cargo), Institute War Clauses (Cargo), Institute Strike Clauses (Air Cargo), serta Institute War Clauses (Air Cargo).

Beberapa Hal yang Tidak Ditanggung Oleh Pihak Asuransi

Tidak hanya asuransi jiwa & asuransi umum saja, ternyata asuransi pengiriman barang juga memiliki beberapa hal yang tidak akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi. Tidak main main, bahkan jumlahnya cukup banyak sehingga anda perlu membacanya secar mendetail apabila ingin mendapatkan asuransi tersebut. Apabila kerugian yang dialami tidak termasuk ke dalam syarat jaminan yang diberikan, tentu saja resiko ditanggung oleh anda sendiri.

Beberapa hal yang tidak akan ditanggung oleh pihak asuransi, seperti adanya kerugian akibat hilangnya atau pengeluaran barang yang disebabkan oleh kurang baiknya proses pengepakan barang yang dipertanggungkan. Pengepakan yang dimaksudkan disini bukanlah pembungkusan barang, namun berkaitan erat dengan pemuatan barang saat menuju ke dalam container sebelum masa berlakunya asuransi.

Kerugian akibat adanya kehilangan atau pengeluaran maupun kerusakan yang diangap sebagai perbuatan yang disengaja, merupakan salah satu hal yang tidak akan mendapatkan asuransi sedikitpun. Bahkan adanya kebocoran biasa yang menyebabkan oleh penyusutan pada ukuran berat, adanya sobekan, ataupun perbedaan volume barangnya tidak akan mendapatkan ganti rugi apapun dari pihak asuransi.

Begitu pula untuk kasus barang yang hilang atau rusak maupun pengeluaran biaya akibat barang yang cacat atau bahkan mengalami perubahan sifat, ternyata harus ditanggung sendiri oleh pihak tertanggung. Bahkan kerusakan atau pemusnahan barang yang dilakuan dengan sengaja, maka perusahaan asuransi tidak akan memberikan jaminan sedikitpun. Inilah mengapa pentingnya mengapa anda perlu mengetahui asuransi jiwa & asuransi umum lebih detail.

Setelah mengetahui semua daftar berbagai hal yang tidak diberikan ganti rugi, maka tugas anda untuk mengecek kembali sebelum menggunakan asuransinya. Dengan cara ini, dijamin akan menjauhkan anda dari kerugian akibat resiko tinggi selama barang dalam perjalanan. Selain mengandalkan asuransi, mulailah menabung sehingga menghindari adanya goncangan finansial akibat pengeluaran yang tidak terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *