Critical Illness

Sudah tahu Asuransi Penyakit Kritis? Yuk Simak Penjelasannya Di Sini, Asuransi Penyakit kritis biasa juga sebagai asuransi pengganti income. dimana bisa mengganti penghasilan kita karena kita dipaksa tidak bisa bekerja

Macam macam asuransi sangat melimpah, seperti Asuransi Jiwa & Asuransi Umum yang sudah lebih dahulu kondang. Tak lupa asuransi kesehatan yang juga makin diperlukan seiring dengan harga pengobatan yang makin naik. Namun asuransi kesehatan saja tidak cukup, sebab terkadang penyakit kritis tidak terjangkau. Apakah ada pernah mendengar asuransi penyakit kritis? Jika belum simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.

Mengenal Jenis Asuransi Penyakit Kristis, Apakah Perlu Dimiliki?

Asuransi Pengganti IncomeSeperti yang kita ketahui, biaya pengobatan terus meningkat setiap tahunnya. Begitu juga dengan berbagai penyakit yang makin lama semakin aneh aneh saja. Membuat kita harus ekstra dalam menjaga tubuh untuk tetap bugar dan sehat. Namun, malang tidak bisa ditolak jika sudah waktunya sakit maka yang bisa dilakukan tentunya berobat. Dan berobat akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk penyakit penyakit kritis.

Sebelum membahas tentang asuransi, anda harus tahu jika penyakit kritis ini meliputi penyakit seperti kanker, kardiovaskular, gangguan ginjal, stroke hingga gangguan hati. Semua penyakit tersebut rata rata menghabiskan dana hingga Rp. 100 juta untuk setiap berobat. Jumlah dana tersebut jika kita berobat di dalam negeri, bagaimana jika mengharuskan kita untuk berobat keluar negeri yang memang lebih canggih?

Asuransi Jiwa & Asuransi Umum lainnya mungkin tidak bisa membantu banyak. Sehingga anda harus memiliki asuransi penyakit kritis untuk bisa membantu pengobatan. Dimana pengobatan di luar negeri akan berkali kali lipat lebih mahal. Indonesia sendiri termasuk negara dengan penderita kanker di urutan ke 8 se Asia Tenggara. Berbagai penyakit kritis lainnya juga mengikuti dan bisa bertambah tinggi angka setiap tahunnya.

Dengan mahalnya biaya pengobatan ini, maka sedikit banyak akan memberikan pengaruh pada kehidupan kita. Terutama dalam masalah finansial yang pastinya harus disiapkan dalam jumlah  yang banyak. Dan asuransi penyakit kritis akan memberikan perlindungan yang tepat terhadap risiko penyakit kritis ini. Tentunya anda tidak lupa, jika semua orang memiliki peluang untuk jatuh sakit karena hal ini di luar kehendak sebagai manusia.

Dengan Asuransi Jiwa dan Kesehatan Apakah Sudah Cukup?

Mungkin anda bertanya tanya, kenapa masih harus membeli asuransi lagi ketika kita telah memiliki asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Asuransi jiwa akan memberikan manfaat ketika tertanggung meninggal dunia atau tidak bisa mencari nafkah. Padahal seorang yang memiliki penyakit kritis akan mengalami proses pengobatan yang biayanya tidak sedikit. Sehingga Asuransi Jiwa & Asuransi Umum atau umum masih belumlah cukup.

Bagaimana dengan asuransi kesehatan, asuransi kesehatan memang memberikan perlindungan untuk penanganan yang berkaitan dengan medis. Namun untuk penyakit kritis biasanya tidak tercover dengan asuransi kesehatan. Sehingga anda tetap membutuhkan tambahan asuransi penyakit kritis jika ingin merasakan manfaatnya. Karena penyakit kritis umumnya akan masuk dalam pengecualian tanggungan asuransi kesehatan, karena biayanya yang besar.

Dari penjelasan singkat tersebut, bisa disimpulkan jika asuransi jiwa, asuransi kesehatan maupun asuransi umum yang dimiliki masih belum memadai untuk penyakit kritis. Membeli tambahan asuransi penyakit kritis merupakan langkah yang paling bijak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai pada keluarga. Selain itu juga bisa meminimalisir adanya risiko keuangan dikarenakan sakit berat yang dialami.

Asuransi Penyakit Kritis Seperti Apa Yang Dibutuhkan?

Sebelum anda memutuskan untuk membeli asuransi satu ini, maka anda Asuransi Sakit Kritisharus tahu kriteria seperti apa yang harus ada. Cara ini tidak hanya berlaku untuk asuransi penyakit kritis saja. Dalam menentukan Asuransi Jiwa & Asuransi Umum pun demikian. Anda harus benar benar paham dan tahu apa saja yang akan diproteksi dalam asuransi tersebut. Jangan sampai ketidaktahuan justru merugikan anda di masa yang akan datang.

Anda bisa memastikan terlebih dahulu, seberapa besar jangkauan penyakit yang bisa dicover oleh produk tersebut. Selain itu apakah berlaku untuk ketika awal sakit atau hanya ketika sudah pada stadium akhir saja. Sehingga hal ini harus benar benar jeli anda tanyakan pada penyedia asuransi penyakit kritis. Apabila anda tidak memiliki risiko penyakit kritis dari keluarga, anda bisa membeli asuransi penyakit kritis yang ditimbulkan oleh gaya hidup saja.

Beberapa perusahaan asuransi menyediakan beberapa plan yang bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda. Masing masing plan akan memberikan manfaat tersendiri yang bisa anda sesuaikan dengan diri anda. Jika memang anda belum merasa jelas, anda bisa menanyakan pada yang bersangkutan. Atau anda juga bisa membandingkan produk dari asuransi lain agar bisa mendapatkan asuransi penyakit kritis yang terbaik.

Selain itu anda juga bisa memperhatikan flexibility dari asuransi tersebut. Anda harus menyisihkan sebagian dana untuk membayar premi jiak nanti mengambil asuransi satu ini. Untuk membuat keuangan anda tidak terbebani, sebaiknya anda memilih asuransi penyakit kritis yang fleksibel pembayaran preminya. Sehingga anda bisa membayarnya sesuai dengan kebutuhan dan juga risiko yang ingin anda lindungi nantinya, mengingat Asuransi Jiwa & Asuransi Umum tidak cukup.

Anda juga harus memilih yang memberikan UP atau uang pertanggungan yang tinggi. Karena biasanya UP untuk penyakit kritis terbilang kecil. Sehingga UP ini juga menjadi pertimbangan yang tidak bisa anda sepelekan begitu saja. Selain itu terkadang ada beberapa produk asuransi yang akan membuat UP berkurang ketika mengambil manfaat pilihan tertentu. Hal ini tentunya cukup merugikan karena manfaatnya mempengaruhi UP.

Pilihan perlindungan yang optimal juga perlu anda perhatikan. Meskipun penyakit kritis ini bisa menyerang siapapun, namun usia yang bertambah juga akan semakin memperbesar risiko. Untuk itu anda membutuhkan asuransi penyakit kritis yang masanya optimal. Hal lain yang tidak boleh dilewatkan adalah aturan pengecualian pada setiap produk asuransi. Ada pengecualian yang jika pasien meninggal sebelum masa survival berakhir, maka klaimnya dianggap batal.

Hal hal seperti ini tidak boleh anda abaikan dan benar benar menjadi perhatian untuk anda. Sebab jika tidak, akan merugikan anda di masa yang akan datang. Anda bisa mengetahui hal seperti ini pada polis asuransi maupun pada keterangan produknya. Seperti yang kita ketahui memperhatikan polis asuransi juga terjadi Asuransi Jiwa & Asuransi Umum sebelum membeli polis. Dan hal ini juga berlaku sama untuk asuransi penyakit kritis.

Langkah terakhir untuk mendapatkan asuransi penyakit kritis yang terbaik adalah memilih perusahaan asuransi yang terpercaya. Track recordnya yang baik juga bisa menjadi penilaian anda tentang perusahaan tersebut. Hal ini dibutuhkan agar ketika anda ingin mengajukan klaim maka pihak perusahaan masih ada. Anda bisa memastikannya pada review nasabah hingga layanan 24 jamnya untuk jadi penilaian.

Asuransi penyakit kritis memiliki fungsi yang tidak sama dengan asuransi jiwa maupun kesehatan. Sehingga meskipun sudah memiliki asuransi tersebut, anda tetap membutuhkan. Meskipun demikian, sebelum menjatuhkan pilihan pada asuransi ada baiknya jika kita menjaga kebugaran tubuh lebih dahulu. Sebagai dana darurat anda bisa mengusahakannya dengan menabung ataupun investasi.