fbpx

Generasi Milenial: Tantangan Keuangan & Tips Menabung

Pasti dari Anda sudah banyak yang sering mendengar pembahasan tentang generasi milenial. Ini dikarenakan kebanyakan bagian dari generasi milenial sudah mulai dewasa dan mulai bekerja. Salah satu topik percakapan paling hangat di antara generasi milenial yang sudah bekerja adalah keuangan. Pertanyaan yang paling banyak ditanyakan biasanya adalah “bagaimana cara menabung”? Sudah bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan generasi milenial tidak menabung atau berinvestasi. Padahal setiap membahas soal keuangan, kita selalu disarankan oleh orang tua untuk melakukan kedua hal tersebut. Apa ya kira-kira yang bikin generasi milenial tidak melakukan kedua hal tersebut?

Tantangan Keuangan Generasi Milenial

Sebenarnya, bukannya generasi milenial tidak bisa menabung. Kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak menabung. Mungkin bagi generasi sebelumnya, anak-anak muda ini dianggap membuang-buang uang. Padahal sebenarnya ini adalah masalah prioritas. Generasi milenial memiliki prioritas yang berbeda dengan generasi X. Bagi generasi milenial sendiri ada beberapa hal yang mereka anggap sebagai tantangan bagi mereka dalam mengurus keuangan.

Gaya hidup. Salah satu alasan milenial tidak menabung adalah karena gaya hidup, terutama bagi mereka yang tinggal di ibu kota. Tidak jarang orang-orang muda hang out atau kumpul-kumpul di café atau restaurant setelah pulang kerja. Sekali hangout saja paling tidak sudah menghabiskan Rp 50,000-100,000. Bisa dibayangkan berapa banyak mereka keluarkan seminggunya untuk hang out dengan teman. Belum lagi kalau mereka keluar saat weekend. Dalam sebulan saja, satu orang bisa menghabiskan Rp 1 juta – 2 juta untuk nongkrong. Pantas saja sulit bagi mereka untuk menabung atau berinvestasi. Memang masalah gaya hidup ini adalah salah satu masalah yang dihadapi generasi milenial di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia saja. Masalah penghasilan yang rendah dan gaya hidup yang mahal adalah masalah utama bagi para milenial dalam mengatur keuangan mereka.

Milenial senang memanjakan diri. Banyak yang mengatakan bahwa generasi milenial banyak menghabiskan uang mereka untuk hal-hal kecil. Misalnya, membeli kopi di kedai kopi setiap pagi. Selain itu, mereka juga tidak takut untuk mengeluarkan uang untuk makan di kafe-kafe atau restoran mahal. Ini kembali lagi kepada karakteristik generasi milenial yang senang memanjakan diri. Bagi mereka, hal-hal kecil yang dianggap boros ini memberi mereka kesenangan sendiri. Jadi mereka tidak takut dan tidak sayang untuk mengeluarkan uang.

Milenial lebih memilih pengalaman. Salah satu tren yang bisa dilihat dari gaya hidup milenial adalah mereka lebih memilih untuk menggunakan uang mereka untuk jalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat baru untuk menambah pengalaman. Jadi kebanyakan milenial memang menabung, tetapi kemudian akan digunakan untuk traveling. Selain traveling, milenial juga mungkin lebih memilih untuk menonton konser atau pergi ke festival musik dibanding menabung untuk membeli rumah atau investasi.

Tips Keuangan untuk Generasi Milenial

Lalu bagaimana dengan kalian generasi milenial yang ingin mulai menabung? Memangnya benar-benar separah itu sampai kalian tidak bisa menabung? Sebenarnya ada juga beberapa hal yang bisa kalian lakukan untuk menabung.

generasi milenial menabung sadar asuransi

Menabung di awal gajian. Salah satu trik yang sering disarankan oleh pakar finance di luar sana adalah untuk menabung di awal gajian. Anda disarankan untuk mengatur budget setiap bulannya. Salah satu “aturan” yang banyak diikuti orang-orang adalah 50/30/20. Apa itu?

Jadi untuk aturan 50/30/20 ini, Anda disarankan untuk menyisihkan 50% gaji Anda untuk keperluan bulanan, misalnya kebutuhan tempat tinggal, listrik, air, dan sebagainya. 20% sebaiknya Anda tabung. Sisa 30%-nya bebas Anda gunakan untuk keinginan Anda misalnya makan, nonton bioskop, hangout sama teman, dan sebagainya.

Bagaimana jika Anda ingin menabung untuk keperluan tertentu? Misalnya, Anda ingin menabung untuk traveling, melanjutkan sekolah, atau membeli rumah. Jika Anda sudah tahu berapa banyak yang Anda perlukan, Anda juga sebaiknya menyisihkan uang untuk tabungan ini di awal gajian.

Buka tabungan khusus. Kalau Anda takut Anda tidak bisa disiplin menyisihkan uang untuk di tabung, sudah banyak anak-anak muda yang memiliki dua akun tabungan. Satu dimaksudkan untuk kegiatan sehari-hari, sementara satu laginya untuk menabung. Dengan begitu Anda tidak akan melihat uang yang seharusnya disisihkan di akun yang sering Anda gunakan untuk belanja. Kalau perlu, tinggalkan kartu debit akun tabungan agar Anda tidak tergoda untuk menggunakannya.

generasi milenial menabung milenial

Manfaatkan teknologi: download aplikasi finance atau budgeting. Dengan semakin canggihnya teknologi di jaman sekarang, Anda bisa mendownload aplikasi untuk segala kebutuhan Anda. Termasuk untuk budget. Mencatat pemasukan dan pengeluaran juga menjadi lebih mudah dan Anda bisa tahu berapa banyak uang yang Anda dapatkan dan keluarkan setiap bulannya. Dari situ, Anda juga kemudian bisa tahu dimana Anda paling banyak menghabiskan uang dan dimana Anda bisa menghemat.

Cari pemasukan tambahan melalui barang-barang tidak terpakai. Anda pasti mau kan dapat pemasukan tambahan? Kebanyakan orang sering berpikir dua kali untuk mencari pemasukan tambahan melalui freelancing. Alasannya sudah lelah kerja di kantor. Nah, sekarang sudah ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencari pemasukan tambahan. Salah satunya adalah dengan menjual barang-barang yang tidak terpakai atau yang lebih sering disebut dengan barang-barang preloved. Mungkin ada barang-barang yang Anda sudah tidak suka atau butuh lagi tetapi masih dalam kondisi baik. Anda bisa memanfaatkan marketplace online atau bazaar untuk menjual barang-barang Anda yang tidak terpakai ini. Tidak sedikit juga orang-orang yang menggunakan Instagram untuk menjual barang-barang preloved mereka.

Bawa bekal. Pasti sudah sering dengar nasihat ini, kan? Meskipun terdengar cliché, ini adalah salah satu cara yang efektif untuk mengurangi pengeluaran loh. Coba hitung berapa besar pengeluaran Anda dalam sebulan untuk membeli makan? Pasti salah satu pengeluaran paling besar setiap bulannya adalah untuk biaya makan. Banyak orang yang lebih memilih membeli makan di luar daripada membawa bekal dengan alasan ribet. Padahal membawa bekal sendiri bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran Anda. Selain itu membawa bekal sendiri juga lebih sehat. Kalau Anda bingung bawa bekal apa, coba Google “Meal Prep”. Ini adalah salah satu tren yang sedang terkenal. Dengan meal prep, Anda akan merencanakan apa saja yang akan Anda makan dalam seminggu dan biasanya Anda akan menyiapkan semua bahan-bahannya di hari Minggu. Dengan begitu, dari Senin sampai Sabtu Anda tidak perlu repot-repot lagi mempersiapkannya. Tinggal hangatkan makanan dan bawa ke kantor!

Masih ada banyak cara lagi yang bisa Anda lakukan untuk mulai menabung dan menghemat pengeluaran. Yang kami bahas di atas hanyalah beberapa yang bisa Anda lakukan untuk memulai. Selain itu, ada juga loh orang-orang yang menabung di asuransi. Jika Anda juga tertarik untuk mulai menggunakan asuransi, Anda bisa menghubungi agen kami yang akan selalu siap untuk membantu Anda.

2018-07-26T21:48:14+00:00

Leave A Comment

15 + fifteen =

Tunggu!
Sebelum pergi, daftarkan emailmu terlebih dahulu untuk mendapatkan update terkini artikel kesehatan & pengertian asuransi.
SUBSCRIBE
Don't worry, we won't spam you & you can always unsubscribe anytime
close-link