6 Manfaat Asuransi Syariah dan Perbedaannya

Asuransi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk keluarga baik itu asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi pensiun, asuransi kecelakaan dan jenis asuransi lainnya sehingga terdapat banyak sekali Manfaat Asuransi yang bisa didapatkan. Namun, selain berbagai manfaat tersebut, juga terdapat Manfaat Asuransi Syariah yang hanya ada di beberapa produk asuransi berbasis syariah.

Seiring dengan berkembangnya perekonomian yang bersifat syariah yang ditandai dengan banyaknya hal yang mengusung konsep syariah, asuransi pada saat ini yang menjadi popularitas dikalangan masyarakat adalah asuransi Syariah. Manfaat asuransi syariah ini sangat banyak sekali jika dibandingkan dengan asuransi biasa atau asuransi konvensional. Itu lebih jelasnya mengenai apa itu asuransi syariah dan apa saja manfaat asuransi syariah, yuk kita bahas ulasannya dalam artikel kali ini.

Apa Itu Asuransi Syariah?

Secara umum asuransi sama dengan jenis asuransi yang lainnya, perbedaannya dengan asuransi yang ada pada umumnya atau asuransi konvensional adalah perbedaan pada konsep dan sistem yang dijalankan. Asuransi syariah menjalankan kegiatan operasional dengan berlandaskan pada hal-hal yang sesuai dengan syariat islam atau aturan-aturan islam. Manfaat asuransi syariah lebih banyak jika dibandingkan dengan manfaat dari asuransi konvensional, hal ini karena adanya kelebihan dan keunggulan Asuransi syariah jika dibandingkan dengan asuransi yang bersifat konvensional.
Untuk lebih jelasnya megenai perbedaan dari asuransi konvensional dan asuransi syariah, yuk kita bahas ulasannya berikut ini.

Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Beberapa perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional dapat kita lihat dari beberapa hal berikut ini:

1. Berbeda Prinsip Dasar

Perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah yang pertama adalah asuransi konvensional merupakan salah satu jenis pelayanan keuangan yang memiliki sifat melindungi secara finansial baik untuk jiwa, pendidikan, kesehatan, properti dan lain sebagainya.

Apabila terjadi adanya risiko yang terjadi pada perlindugan yang diasuransikan, maka nasabah sebagai pihak insurance akan mendapatkan hak atas penggantian tersebut sesuai dengan perjanjian (klaim) yang disepakati. Pada umumnya, asuransi Konvensional akan mewajibkan nasabahnya untuk membayar premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan asuransi.

Perbedaannya dengan asuransi syariah adalah pada dasar atau prinsip yang digunakan. Sesuai dengan namanya, Asuransi Syariah melakukan kegiatan operasionalnya berdasarkan prinsip Syariah yaitu tolong-menolong (ta’awuni) dan saling melindungi (takafuli) diantara para peserta Asuransi. Dalam hal ini, peserta asuransi akan mengumpulkan dana membentuk suatu kumpulan dana (Tabarru’). Nah, dana Tabarru’ inilah yang nantinya akan digunakan untuk membantu peserta ketika terjadi resiko yang terjadi antar peserta.

Jadi dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa prinsip Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah berbeda. Asuransi Konvensional dalam hal ini menerapkan prinsip transaksi (membayar premi dan mendapatkan klaim). Sedangkan pada Asuransi Syariah, prinsip yang digunakan adalah prinsip tolong menolong dengan cara membentuk dana perlindungan para peserta asuransi yang disebut dana tabarru’.

2. Berbeda Sifat Kepesertaan

Apabila pada asuransi konvensional peserta asuransi yang mendaftar dan ikut dalam asuransi disebut dengan tertanggung, yang mana peserta tertanggung akan berkewajiban untuk membayar premi kepada perusahaan Asuransi secara berkala.

Sedangkan jika pada Asuransi Syariah, peserta akan diwajibkan untuk menyetorkan atau mebarikan uang donasi untuk membentuk suatu kumpulan dana.

3. Berbeda Sistem Kepemilikan Dana

Apabila pada asuransi kovensional, premi yang diberikan oleh peserta akan menjadi milik dari perusahaan Asuransi tersebut, dan peserta asuransi tidak bisa mengambil kembali uangnya karena dinyatakan hangus.

Lain halnya dengan asuransi syariah, uang yang diberikan oleh peserta dalam bentuk dnaa donasi atau dana tabarru akan menjadi milik dari semua peserta asuransi. Apabila, sewaktu-waktu dana diperlukan maka dana tersebut akan ditarik kembali dengan potongan sejumlah tertentu.

4. Berbeda Sistem Pengelolaan Dana

Jika pada asuransi konvensional maka dana yang dibayarkan akan menjadi milik dari perusahaan dan perusahaan akan mengelola dana tersebut sesuai dengan keinginannya dalam mengelola dana yang mereka miliki. Bisnis yang mereka pilih untuk mengelola dana yang didapat dari premi pun tak terbatas. Hal yang terpenting adalah mendapatkan keuntungan dari pengelolaan dana yang mereka miliki agar dana tersebut berkembang.

Berbeda dengan asuransi syariah, dana donasi yang didapatkan ole peserta akan dikumpulkan menjadi satu yang dinamakan sebagai Dana Tabarru. Untuk bisa mengembangkannya, dana tabarru akan dikelola dan diinvestasikan dalam bisnis yang terjamin halal, sehingga tidak semua bisnis bisa diikutsertakan. Orang yang bertugas untuk mengembangkan dana ini dinamakan Takaful Operator.

5. Berbeda Pembagian Keuntungan

Pada saat perusahaan asuransi memutuskan untuk mengelola dana dan mendapatkan keuntungan. Jika pada asuransi konvensional keuntungan tersebut akan menjadi hak dari perusahaan asuransi itu sendiri dan peserta asuransi tidak memiliki ha katas keuntungan yang ada tersebut.

Hal ini berbeda dengan asuransi syariah, yang apabila memperoleh keuntungan dari pengelolaan dana tabarru maka keuntungan tersebut akan dibagikan kepada semua peserta dan pihak pengelola secara merata. Sehingga, dalam hal ini peserta asuransi juga akan menikmati hasil dari keuntungan atas pengelolaan dana tersebut.

6. Zakat

Peserta asuransi wajib mengetahui hukum islam, yang mana dalam hal ini adalah zakat. Berdasarkan hukum islam zakat merupakan suatu hal yang wajib untuk dikeluarkan bagi setiap nilai yang telah ditentukan. Pada Asuransi Syariah, peserta asuransi akan dikenakan zakat yang diambil dari keuntungan pengelolaan dana Tabarru yang wajib dikeluarkan oleh setiap peserta. Sedangkan pada Asuransi Konvensional tidak ada pengenaan zakat atas dana atau premi yang dibayarkan.

7. Badan Pengawas Syariah

Pada asuransi syariah terdapat badan pengawas syariah yang memang dibangun dan dibentuk untuk mengawasi segala tindakan dan kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan asuransi.

Dalam hal ini, badan pengawas syariah akan mengawasi kinerja dari Takaful Operator agar selalu bekerja dengan menerapkan prinsip-prinsip Syariah. Dewan Pengawas Syariah (DPS) ini memiliki tanggung jawab langsung kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, dalam hal operasionalnya Asuransi Syariah juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lain halnya dengan perusahaan Asuransi Konvensional yang operasionalnya hanya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanpa ada pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah.

8. Cara Pemberian Dana

Bagi peserta asuransi yang memilih Asuransi Konvensional, maka ia akan mendapatkan klaim atas premi yang dibayarkan jika terjadi risiko yang sesuai dengan perjanjian di awal.

Sedangkan pada asuransi syariah, peserta tidak hanya mendapatkan klaim atas dana tersebut, melainkan mendapatkan dana manfaat, yaitu berupa dana santunan yang diambil dari dana Tabarru jika terjadi resiko.

Sedangkan pada asuransi syariah, peserta tidak hanya mendapatkan klaim atas dana tersebut, melainkan mendapatkan dana manfaat, yaitu berupa dana santunan yang diambil dari dana Tabarru jika terjadi resiko.

Manfaat Asuransi Syariah Daripada Asuransi Konvensional

Manfaat Asuransi Syariah Daripada Asuransi Konvensional

Praktek syariah memiliki ciri khas yaitu mengedepankan asas saling membantu antar sesama nasabah asuransi dan bukan di tanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi seperti layaknya produk konvensional. Nah, untuk mengetahui mengenai apa saja manfaat asuransi syariah dibandingkan dengan asuransi konvensional. Berikut akan kami jelaskan mengenai ulasan detilnya.

1. Asuransi Syariah Berlaku Adil

Jika dilihat dari praktiknya, manfaat asuransi syariah adalah adanya keadilan karena dalam hal ini tidak akan ada pihak yang akan menerima keuntungan dengan jumlah yang lebih besar dibanding pihak lainnya.

Nah, Mengapa bisa demikian? Jadi, apabila dalam asuransi konvensional menerapkan kontrak jual beli atau biasa disebut tabaduli, berbeda dengan asuransi syariah yang menggunakan kontrak takafuli atau tolong menolong antara nasabah satu dengan nasabah yang lain ketika dalam kesulitan. Jadi di asuransi syariah ada risk sharing antar peserta asuransi.

Lain halnya dengan asuransi syariah yang menggunakan akad tabaduli, dalam akad ini akan terjadi jual beli atas risiko yang dipertanggungkan antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Dengan kata lain akad ini akan menjadi transfer risiko (risk transferring) dari nasabah ke perusahaan asuransi.

Dalam hal ini, posisi dari perusahaan asuransi menjadi terbebani sehingga perusahaan asuransi konvensional akan berusaha mencari cara agar semua risiko bisa ditanggung dengan memasukkan unsur risiko ke dalam paket asuransi.

2. Syariah Memiliki Konsep Tolong Menolong

Manfaat asuransi syariah adalah kita dapta saling tolong menolong dalam bentuk donasi tabarru’ pada asuransi syariah merupakan sebuah sama artinya dengan Anda mendonasikan sebagian dana untuk membantu nasabah lain yang sedang terkena musibah. Dengan konsep seperti ini tidak ada dana yang hilang selama kita berinvestasi dalam asuransi yang bersifat syariah.

Adanya investasi ini akan membuat anda sebagai peserta dan perusahaan syariah saling memperoleh keuntungan karena, pada periode tertentu semua keuntungan yang diperoleh akan dibagi secara rata kepada kedua belah pihak sehingga sama-sama merasa nyaman dana aman.

3. Memakai Konsep Risk Sharing, Bukan Risk Transfer

Karena konsep dari asuransi syariah adalah menggunakan konsep risk sharing bukan risk transfer maka hal ini dirasa akan lebih adil dan menguntungkan. ebih Adil dan Menguntungkan.

Jadi, salah satu manfaat asuransi syariah adalah dengan menggunakan konsep risk sharing. Hal ini berbeda dengan konsep yang digunakan oleh asuransi konvensional yang menggunakan risk transfer sehingga perusahaan asuransi sebagai operator asuransi itu tidak akan mengalami kerugian, karena risiko bukan berada di perusahaan.

Manfaat asuransi syariah bagi nasabah adalah dengan adanya kumpulan dana tabarrunya yang menguntungkan maka sebagai peserta kita bisa mengambil manfaatnya yang dirasa lebih adil.

4. Tidak Ada Istilah Dana Hangus

Manfaat asuransi syariah yang lainnya adalah tidak adanya istilah hangus, hal ini berbeda dengan asuransi konvensional. Pada asuransi konvensional kita mengenal istilah uang hangus jika tidak membayar premi sesuai dengan syarat minimal waktu yang di sepakati di awal.

Berbeda dengan asuransi syariah yang membuat peserta asuransi syariah bisa mendapatkan uangnya kembali walaupun tidak datang jatuh temponya. Dalam hal ini, Asuransi syariah menggunakan konsep wadiah (titipan). Dengan begitu dana yang didapatkan dari peserta akan dikembalikan lai kepada peserta asuransi melalui rekening peserta yang telah dipisahkan dari rekening tabarru’.

5. Lebih Transparan

Pengelolaan dana di asuransi umum syariah menggunakan konsep pembagian yang jelas di awal akadnya. Dengan begitu anda akan mendapatkan porsi dari masing-masing baik untuk pengelola dan pemegang polisnya. Misalnya, presentase untuk tabarru adalah sebesar 70 %, sedangkan ujroh 30 %. Hal inilah yang nantinya akan membedakan asuransi syariah dan asuransi konvensional yang mana perusahaan akan memiliki 100% dari premi yang dibayarkan oleh peserta, walaupun tujuannya sama agar masyarakat terjamin dan terlindungi.

6. Tidak Ada Riba atau Larangan Lainnya

Manfaat asuransi syariah yang lainnya adalah anda akan terhindar dari beberapa hal yang diharamkan seperti riba, gharar (ketidakjelasan dana) dan maisir (judi). Itu berarti apabila anda menggunakan produk dari asuransi syariah maka anda akan terhindar dari hal-hal yang diharamkan dalam syariat islam.

Dalam asuransi syariah anda bisa menggunakan akad mudharabah untuk berinvestasi. Akad mudharabah merupakan suatu akad kerja sama antara dua pihak yakni pengelola dana dan pemberi dana. Perusahaan asuransi syariah dalam hal ini akan berperan sebagai pengelola dana dan kedua belah pihak menentukan kontrak bagi hasilnya pada awal akad.
Itulah beberapa informasi mengenai salah satu dari Manfaat Asuransi yaitu Asuransi Syariah yang bisa anda jadikan pilihan. Konsep awal dari asuransi syariah adalah bukan hanya halal-haram namun anda juga akan mendapatkan manfaat asuransi syariah dalam penerapannya. Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

2018-04-11T22:42:35+00:00

One Comment

  1. […] perselisihan mendasar sempang asuransi berbasis syariah tersebut dengan asuransi konvensional. https://www.sadarasuransi.id/manfaat-asuransi-syariah/ yang paling menonjol ialah pola yang mendasarinya. Jika padaasuransi konvensional, konsepnya […]

Leave A Comment

three × 2 =

Tunggu!
Sebelum pergi, daftarkan emailmu terlebih dahulu untuk mendapatkan update terkini artikel kesehatan & pengertian asuransi.
SUBSCRIBE
Don't worry, we won't spam you & you can always unsubscribe anytime
close-link